Sabtu, 09 Oktober 2010

Curhatku


Jodoh adalah rahasia Illahi
hingga sampai detik ini tak ada tanda2 pangeranku akan datang dalam waktu dekat…
karena tak ada orang yang aku anggap special untukku
semuanya hanyalah teman, meski ada salah satu dari mereka yang aku sayang,
tapi sungguh hanya sebatas sayang, tak lebih…
Aku tak pernah tahu kapan pangeraku akan datang, menyatakan cintanya dan bertanya padaku “WOULD YOU MARRY ME”????, seperti lagunya SUJU
Sungguh, tak sabar rasanya menanti hari itu,,,
akan menjadi sebuah kejutan besar jika pangeranku  adalh orang yang samasekali tak pernah aku kenal, namun ternyata dia dekat denganku,,,
Aku ingin dia menjadi yang terakhir begitupun sebaliknya,,,
aku tak akan pernah membandingkannya dengan orang lain, karena memang aku tak pernah mengenal orng lain secara dekat selain dia,,,
3 atau 4 tahun lagi,,,
mungkin statusku berubah dari single menjadi double,,,
Apaka sih ukuran orang baik???
aku pengin menjadi orang baik biar dapet  suami baik juga mertua yang baik,,,
ternyata keinginan untuk menikah akan datang seiring bertambahnya usia dan kedewasaan,,,
kali ini usiaku sudah 21 tahun mungkin setelah 24 atau 25 tahun…
masih ada sekitar 3 tahun untuk memperbaiki diri menjadi orang baik,,,
Lebih sabar, sensitif dengan lingkungan sekitar, tanggap, dan peduli.
ga usah sok tahu, lakukan hal-hal positif, mengurangi belanja, dan banyak menabung,,,
Semoga Allah mengabulkan semua inginku . . .Amien,,,

Nice Story

Ini cerita tentang Annisa, gadis kecil berusia lima tahun. Suatu
    sore, Annisa menemani Bundanya berbelanja di suatu supermarket.
    Ketika menunggu giliran membayar, Annisa melihat sebentuk kalung
    mutiara putih berkialuan, tergantung dalam kotak berwarna pink yang
    sangat cantik. Kalung itu nampak begitu indah, sehingga Annisa
    sangat ingin memilikinya.

    Tapi, dia tahu, pasti Bundanya sangat keberatan. Seperti biasanya,
    sebelum berangkat ke supermarket dia sudah berjanji tidak akan
    meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli. Dan tadi
    Bundanya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki berenda yg
    cantik..

    Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya untuk bertanya
    Bunda bolehkah Annisa memiliki kalung ini? Bunda boleh mengembalikan
    kaos kaki yang tadi… Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari
    Annisa. Dibaliknya tertera harga Rp 15,000,-. Dilihatnya mata Annisa
    yg memandangnya dengan penuh harap dan cemas.

    Sebenarnya dia bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia
    tidak mau bersikap tidak konsisten. Oke…Annisa, kamu boleh memiliki
    kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yg kau pilih tadi. Dan karena
    harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Bunda akan potong
    uang tabunganmu untuk minggu depan. Setuju?

    Annisa mengangguk lega dan segera berlari irang mengembalikan kaos
    kaki ke raknya.
    Terimakasih. ..Bunda. Annisa sangat menyukai dan menyayangi kalung
    mutiaranya. Menurutnya kalung itu membuatnya nampak cantik dan
    dewasa. Dia merasa secantik Bundanya. Kalung itu tidak pernah lepas
    dari lehernya, bahkan ketika tidur. Kalung itu hanya dilepaskannya
    jika mandi atau berenang. Sebab, kata Bundanya, jika basah kalung
    itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau…

    Setiap malam sebelum tidur, Ayah Annisa akan membacakan cerita
    pengantar tidur. Pada suatu malam, ketika selesai membacakan sebuah
    cerita, Ayah bertanya: Annisa…, Annisa sayang nggak sama Ayah?

    Tentu dong…Ayah pasti tahu kalau Annisa sayang Ayah!
    Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu…
    Yah…, jangan dong Ayah! Ayah boleh ambil Si Ratu boneka kuda dari
    nenek! Itu kesayanganku juga.
    Ya sudahlah sayang…nggak apa-apa! Ayah mencium pipi Annisa sebelum
    keluar dari kamar Annisa.

    Kira-kira semingu berikutnya setelah selesai membacakan cerita,
    Ayah bertanya lagi:

    Annisa…, Annisa sayang nggak sama Ayah?
    Ayah, Ayah tahu bukan kalau Annisa sayang banget sama Ayah?
    Kalau begitu berikan pada Ayah kalung mutiaramu.
    Jangan Ayah…, tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil boneka Barbie
    ini. Annisa seraya menyerahkan boneka Barbie yang selalu menemaninya
    bermain.

    Beberapa malam kemudian, ketika Ayah memasuki kamarnya, Annisa
    sedang duduk di atas tempat tidurnya. Ketika didekati, Annisa
    rupanya menangis diam-diam. Kedua tangannya tergenggam diatas
    pangkuan. Dari matanya, mengalir bulir-bulir air mata membasahi pipinya.

      Ada apa Annisa, kenapa Annisa?

    Tanpa berucap sepatah kata pun, Annisa membuka tangannya. Di
    dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya. Kalau Ayah
    mau… ambillah kalung Annisa.

    Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil
    Annisa. Kalung itu di masukkan kedalam kantong celana. Dan dari
    kantong satunya, dikeluarkan sebentuk kalung mutiara putih…sama
    cantiknya dengan kalung yang sangat disayangi Annisa.

    Annisa… ini untuk Annisa. Sama bukan? Memang begitu nampaknya tapi
    kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi hijau.

    Ya… ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan
    kalung mutiara imitasi Annisa.

    Sahabat, demikian pula halnya dengan Allah. Terkadang Dia meminta
    sesuatu kepada kita, karena Dia berkenan untuk menggantikannya
    dengan yang lebih baik. Namun, kadang-kadang kita seperti atau lebih
    naïf dari Annisa: menggenggam erat sesuatu yang kita amat berharga,
    dan oleh karenanya tidak ikhlas bila harus kehilangannya.

    * **Finally…,*
    *Jangan terlalu gembira atas apa yang diberikan padamu & jangan
    terlalu bersedih atas apa yang di ambil darimu ***

Jumat, 08 Oktober 2010

7 Years of Love


We’ve know each others for 7 years
No one can even think that saying goodbye is so easy
But we did break up
In my mind, there’s the memory about our arguments..
I don’t know if we meet each others when we were too young
Because we can’t stop from changing


People say that it’s really hurt when saying goodbye
But we even can’t feel this pain
We must relieve our mind : “That’s the way thing turns to be”


I just cry and ignore time is passing by
I regret and miss you
I look at myself


First, we’re just friends
Then we’re lovers
So true that it’s hard to keep the friendship after we broke up


Since then, in almost 3 years, we just sometimes contact

Although I’ve had a new love
I still called you every time I sad and cry silently
Telling you : “You should also try to find a good person”
But truly inside my heart, I don’t want this happen
And telling myself that “Maybe he still loves me?”


I know these days we were both still young
We won’t never have this love once again
That just remains as memory


In some moments, I can feel your coldness
I know that there’s nothing I can do


I heard that you’re going to get married
I’m dead in some seconds
I cried because I really want to hear you say one last sentence: “I love you”




Kamis, 07 Oktober 2010

Siapakah dia. . .???

Dan seorang murid bertanya kepada gurunya
Guru, siapakah orang yang paling kaya?
Engkaulah orangnya, muridku
Selama kau syukuri apa yang kau miliki

Guru, siapakah orang yang paling miskin?
Engkaulah orangnya, muridku
Selama engkau merasa kekurangan rezeki

Guru, siapakah orang yang paling pandai?
Engkaulah orangnya, muridku
Selama engkau persiapkan kehidupan setelah mati

Guru, siapakah orang yang paling bodoh?
Engkaulah orangnya, muridku
Selama kau kejar dunia dan kau lupakan kematian

Guru, siapakah orang yang paling mulia?
Engkaulah orangnya, muridku
Selama kau muliakan Allah dan sesama manusia

Guru, siapakah orang yang paling hina?
Engkaulah orangnya, muridku
Selama kau abaikan Allah dan sesama makhluknya

Guru, siapakah orang yang paling beruntung?
Engkaulah orangnya, muridku
Selama ilmu yang kau dapat berubah kebajikan

dan Guru, siapakah orang yang paling rugi?
Engkaulah orangnya, muridku
Selama tak ada keikhlasan dalam kebajikanmu